Produk Hasil Letusan Gunungapi

Letusan gunung berapi St. Helens (AS), 22 Juli 1980

Letusan gunung merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.

Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.

Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.

Berikut adalah hasil dari letusan gunung berapi, antara lain :

  1. Leleran Lava : merupakan cairan lava yang pekat dan panas; yang dapat merusak segala infrastruktur yang dilaluinya. Kecepatan aliran lava tergantung dari kekentalan magmanya, makin rendah kekentalannya, maka main jauh jangkauan alirannya. Suhu lava pada saat dierupsikan berkisar antara 800 hingga 1200 derajat Celcius. Pada umumnya di Indonesia, leleran lava yang dierupsikan gunungapi, komposisi magmanya menengah sehingga pergerakannya cukup lamban sehingga manusia dapat mengindarkan diri dari terjangannya.
  2. Aliran Piroklastik ( awan panas ) : dapat terjadi akibat runtuhan tiap asap erupsi plinian, letusan langsung ke satu arah, guguran kubah lava atau lidah lava dan aliran pada permukaan tanah ( surge ). Aliran piroklastik sangat dikontrol oleh gravitasi dan cenderung mengalir melalui daerah rendah atau lembah. Mobilitas tinggi aliran piroklastik dipengaruhi oleh pelepasan gas dari magma atau lava dari udara yang terpanaskan pada saat mengalir. Kecepatan aliran dapat mencapai 150 -250 km/jam dan jangkauan aliran dapat mencapai puluhan kilometer walaupun bergerak di atas air/ laut.
  3. Jatuhan Piroklastik : terjadi dari letusan yang membentuk tiang asap cukup tinggi, pada saat energinya habis, abu akan menyebar sesuai arah angin kemudian jatuh lagi ke muka bumi. Hukan abu ini bukan merupakan bahaya langsung bagi manusia, tetapi endapan abunya akan merontokkan daun-daun dan pepohonan kecil sehingga merusak agro dan pada ketebalan tertentu dapat merobohkan atap rumah. Sebaran abu di udara dapat menggelapkan bumi beberapa saat serta mengancam bahaya bagi jalur penerbangan.
  4. Lahar Letusan : terjadi pada gunungapi yang mempunyai danau kawah. Apabila volume air dalam awah cukup besar akan menjadi ancaman langsung saat terjadi letusan dengan menumpahkan lumpur panas.
  5. Gas Vulkanik Beracun : umumnya muncul pada gunung api aktif berupa CO, CO2, HCN, H2S, SO2 dan lain-lain, pada konsentrasi di atas ambang batas dapat membunuh makhluk hidup.

 

Comments

comments

Comments for this post are closed.