Gunung Merapi selain merupakan sebuah fenomena alam, juga merupakan simbol kekuatan magis yang melingkupi kota Yogyakarta. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pantai Parang Kusumo di Laut Selatan dan juga Gunung Merapi berada dalam garis lurus/ imajiner.

Gunung dan laut memiliki arti yang sangat penting bagi Keraton yang dibangun berdasarkan pertimbangan keseimbangan dan keharmonisan. Keraton merupakan titik imbang dari api dan air. Api dilambangkan oleh Gunung Merapi sedangkan air dilambangkan ppada titik paling selatan, Pantai Parang Kusumo. Sedangkan Keraton di titik tengahnya.

Laut selatan mencerminkan hubungan horizontal antar sesama manusia. Sedangkan Merapi pencerminan hubungan vertikal antara manusia dengan penciptanya.

Labuhan Merapi merupakan prosesi adat masyarakat di sekitar lereng Merapi. Labuhan berasal dari kata "labuh" yang artinya persembahan. Upacara adat Keraton Mataram ini sebagai perwujudan doa persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Keraton dan rakyatnya selalu diberi keselamatan dan kemakmuran.

Di samping labuhan ada beberapa upacara selamatan yang lain, yang dilakukan oleh masyarakat setempat seperti : Sedekah Gunung, Selamatan Ternak, Selamatan Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon, Selamatan Mencari Orang Hilang, Selamatan Orang Kesurupan, Selamatan Sekul Bali, Selamatan Mengambil Jenasah, Selamatan Menghadapi Bahaya Merapi dan lain-lain.