Tipe Letusan Plinian

KODE : L1.SU.B14


Letusan tipe Plinian merupakan tipe letusan gunungapi yang berawal dari Letusan Gunungapi Vesuvius tahun 79 Masehi berdasarkan cerita Pliny the Younger. Tipe letusan ini merupakan letusan yang paling dahsyat di antara tipe letusan gunungapi lainnya. Sering terjadi secara tiba-tiba setelah mengalami masa istirahat yang sangat panjang.

Letusan tipe Plinian terjadi ketika magma yang sangat kental dengan kandungan gas tinggi menyemburkan material letusan hingga mencapai stratosfir dan menyebabkan perubahan iklim secara global, seperti pada kejadian letusan Tambora tahun 1815. Abu letusan, aliran abu dan aliran piroklastika ( nuees ardentes ) sangat dominan dalam tipe letusan ini. Lava terbentuk pada fase akhir letusan.

Letusan dapat berlangsung sangat singkat, kurang dari 1hari, atau beberapa hari hingga bulan. Letusan yang berlangsung lama dimulai dengan pembentukan letusan abu dan disertai aliran piroklastika. Karena volume magma yang dikeluarkan sangat besar, tubuh gunungapi bagian atas runtuh sehingga membentuk kaldera ( kawah besar dengan diameter lebih dari 2km). Abu letusan dapat menyebar hingga daerah yang sangat luas. Letusan ini sering disertai suara letusan yang sangat keras, seperti kejadian letusan Krakatau tahun 1883.

Beberapa letusan gunungapi yang memiliki karakteristik sama dengan tipe Plinian, di antaranya adalah Krakatau, Indonesia tahun 1883; St. Helens ( fase letusan lanjutan setelah letusan tipe Pelean), Amerika tahun 1980; Tambora, Indonesia tahun 1815; Tarumae, Jepang tahun 1739; Santorini, Yunani tahun 1645 sebelum Masehi; Crater Lake tahun 4860 Sebelum Masehi.

Ciri-Ciri Letusan Plinian :

  1.  Tekanan gas sangat kuat
  2. Lavanya cair
  3. Melemparkan/membobol kepundan
  4. Membentuk kaldera
  5. Letusan hingga ketinggian 80 km

Plinian eruptions are marked by their similarity to the eruption of Mount Vesuvius in AD 79 as described in a letter written by Pliny the Younger. Plinian eruptions are probably the most explosive and powerfull of all. They often start suddenly and unexpectedly after a long quiet period.
Plinian eruptions occur when on utmost viscous magma containing a lot of gas exploded in the dept of the volcano and blew out volcanic material very high into the stratosphere. This, may result in climate changes, such as during the 1815 eruption of Tambor. Ashfalls, ashflows and pyroclastic flows ( nuees ardentes ) predominote. Lava flows may be emitted as the eruption ends.
Short eruptions may lost less than a day. Longer events may take several days to months. The longer eruptions began with production of clouds of volcanic asg, accompanied by pyroclastic flows. The amount of magma erupted can be so large that the top of the volcano may cllapse, resulting in a caldera formation. Fire ash deposit can be distributed over large areas. Plinian eruptions are often accompanied by loud noise, such as of Krakatau in 1883.
The examples of large Plinian eruptions resulting in formation of a caldera are the 1815 eruption of Mount Tambora and 1883 Krakatau eruption in Indonesia; the 1980 eruuption of Mount St.Helens ( initiated by Pelean and then presecuted by Plinian eruption ); the 1645 & 1739 eruptions of Mount Termos in Japan, also from Santorini in Greece which erupted in the 4860 BC that formed the Crater Lake and the 1645 BC eruption.

Tipe Letusan Vulcanian

KODE : L1.SU.B13


Terminologi letusan tipe Vulcanian pertama kali dikemukakan Giuseppe Mercalli, yang menyaksikan suatu letsan di Pulau Vulcano pada tahun 1888-1890. Letusan tipe Vulcanian biasanya dimulai dengan letusan freatomagmatik yang menghasilkan suara dentuman sangat keras sebagai akibat terjadinya iteraksi magma dan air di bawah permukaan. Tipe ini biasanya diikuti dengan letusan besar melalui lubang kepundan dan kolam letusan berwarna gelap yang melemparkan material letusan campuran antara material tua yang terbongkar dengan materialmagmatik. Kolom letusan selanjutnya berubah warna menjadi abu-abu muda seperti kolom letusan tipe Plinian. Fase letusan ini disertai dengan pembentukan lava kental yang mengandung gas dan menghasilkan abu gunungapi, dan aliran piroklastika. Contoh tipe letusan ini pernah terjadi pada letusan gungapi Fuege di Guatemala 1944, Agustine di Alaska 1976, dan Sankurajima di Jepang 1985.
Material letusan tersebut tersebar dalam kawasan yang lebih luas dibandingkan dengan tipe letusan Hawaiian dan Strombolian. Batuan piroklastik dan surge membentuk kerucut gunungapi, sedangkan abu letusan menutupi kawasan yang cukup luas. Fase akhir letusan ditandai dengan keluarnya lelehan lava. Tipe letusan ini mampu melemparkan blok batuan ukuran beberapa meter sejauh ratusan meter hingga beberapa kilometer. letusan tipe Vulcanian dapat mengancam keselamatan manusia dalam jarak ratusan meter dari pusat letusan. Salahh satu ciri utama tipe letusan ini adalah terbentuknya bom kerak roti dengan ukuran 2-3 m.

Ciri-ciri Letusan Tipe Vulcanian :

  1.  Mengeluarkan material padat seperti bom, abu, lapili, dan material cair
  2. Awan dan debu membentuk bunga kol
  3. Tekanan gas gas sedang
  4. Lavanya agak cair

Contoh Letusan Tipe Vulcanian :

  1. Tipe vulkano kuat : G. Vesuvius dan G. Etna
  2. Tipe vulkano sedang : Gunung kelud dan G. Anak Bromo
  3. Tipe vulkano lemah : Gunung Bromo dan Gunung Raung

 

The term Vulcanian was first used by Giuseppe Mercalli, witnessng the 1988-1890 eruptions on the island of Volcano. Vulcanian eruptions ussually commence with phreatomagmatic eruptions which can be extremely noisy due to the rising magma heating water in the ground. This is ussually followed by the explosive throat clearing of the vent and the eruption coloumn is dirty grey to black as old weathered rocks are blasted out of the vent. As the vent is clear, further ash clouds become grey-white and creamy in colour, with convulations of the ash similar to those of Plinian eruptions. This phase is followed with production of viscous lava containing high amounts of gas, glassy volcanic ash and pyroclastic flows. Examples of the eruptions are Fuego in Guatemala 1944, Augustine in Alaska 1976 and Sakurajima volcano in Japan 1985.
The tephra is dispersed over wider areas that from effusive Hawaiian or Strombolian-eruptions. The pyroclastic rock and the base surge deposits form an ash volcanic cone, while the ash covers a large surrounding area. The eruption ends with a flow of vicous lava. Vulcanian eruptions may throw large meter-size blocks several hundred meters, occasionally up to several kilometers. Vuulcanian eruptions are dangerous to people within several hundred meters from the vent. One of typical characteristics of this eruption type is the breadcrust bomb. These can blocks often 2 to 3 meters in dimension.